Showing posts with label my church stories. Show all posts
Showing posts with label my church stories. Show all posts

Thursday, July 7, 2011

Sekolah Injil Liburan (SIL) 2011

Beberapa tahun yang lalu Ce kezia telah mengenalkan dunia sekolah minggu yang awalnya tak pernah terpikir olehku bahwa aku akan terjun di dalamnya, namun sekarang aku telah jatuh cinta dengan dunia ini^^ Pada tanggal 5-7 Juli 2011 kemarin, sebagian besar murid-murid sekolah minggu di gerejaku mengisi liburan mereka dengan mengikuti SIL. SIL tahun ini mengambil tema "Aku Mau Setia". Jika aku boleh mengucapkan sebuah kata untuk mengungkapkan apa yang kurasakan, maka yang akan kuucapakan dalah CAPEKKKKK...:D itulah yang kami rasakan selama 3 hari selama menjalani sekolah injil liburan atau lebih singkatnya disebut dengan SIL, tapi tentunya ada sukacita yang luar biasa yang melebihi rasa lelah/capek yang kami rasakan.
Banyak hal yang kupelajari dari moment SIL tersebut, baik dari sesama teman panita dan juga tentunya dari anak-anak kecil tersebut. Walaupun SIL ini adalah kegiatan gereja, dan semua panitianya adalah anak-anak Tuhan, namun bukan berarti semuanya akan berjalan dengan aman, damai dan tentram^^ Justru cukup banyak perselisihan dan perbedaan pendapat yang mungkin terjadi di antara kami, namun justru lewat proses inilah kami dibentuk. Bagaimana kami belajar menghargai pendapat dan kerja keras orang lain. Tentu tidak semuanya harus berjalan sesuai dengan kemauan dan keinginan kita sendiri. Cukup aneh juga, dengan perbedaan karakter yang kami miliki, ternyata kami benar-benar belajar menundukkan diri dan belajar untuk menerima satu sama lain.

Selain dibentuk melalui perbedaan karakter yang kami miliki, kami belajar juga untuk berkorban. Berkorban waktu tentunya untuk rapat malam-malam T_T, berkorban materi, tenaga, pikiran, dll. Hari-hari sebelum dan saat SIL kami isi dengan tidur di pagi hari, menyiapkan materi, dan menyiapkan aktivitas yang harus dikerjakan oleh anak-anak. Moment-moment tersebut terasa lebih ringan, karena aku tahu ada teman dan sahabat yang boleh membantu menyelesaikan semuanya:D

Tidak hanya belajar dari panitia, namun aku belajar juga dari anak-anak sekolah minggu ini. Satu hal yang PASTI, anak-anak ini memiliki kekuatan dan kreativitas yang luar biasa. Bisakah kalian membayangkan ketika guru-guru dan kakak-kakak yang ada sudah pada 'tepar' semua, eh anak-anak ini masih asyik berlari, ngobrol-ngobrol dan susahnya minta ampun ketika diminta untuk istirahat. Kreativitas yang luar biasa ditunjukkan dengan aktivitas-aktivitas yang jauh lebih kreatif dari yang telah disiapkan oleh guru-gurunya^^ Merasa cukup senang juga bahwa diriku boleh mengambil bagian dalam membentuk anak-anak ini untuk mereka boleh mengenal Tuhan dan mengembangkan diri mereka. Hal yang cukup 'aneh' adalah aku dan beberapa teman justru menangis ketika KKR anak berlangsung. Aku pun tak tahu kenapa aku menangis, namun yang pasti aku sangat terharu, bangga, senang, melihat anak-anak ini boleh sungguh-sungguh berdoa, mengangkat tangan mereka. Mungkin mereka mengerti, mungkin juga mereka tidak mengerti, namun aku sangat percaya moment ini boleh memberikan tempat di hati mereka^^

Berikut adalah sedikit cuplikan foto-foto selama SIL 2011:

Sedikit cuplikan tentang apa yang mereka buat selama SIL^^
Bryan dengan pigura fotonya dan anak-anak balita dengan topi singa mereka...



Shella dengan pigura dan tas alkitab buatanya dan anak-anak balita dengan gurunya yang memamerkan pigura mereka^^



Nathan (foto kiri) sedang berjuang menghabiskan pisang dengan mata tertutup. Calvin sedang berjuang membangun menara dari sedotan.

Khusus untuk kedua buah foto di atas aku ingin sedikit berbagi apa yang aku lihat begitu luar biasa dari anak-anak ini. Foto di kiri adalah Nathan, anak sekolah mingguku yang saat ini baru akan naik ke kelas 2. Dalam permainan, seluruh anggota kelompok harus ditutup matanya dan dalam posisi melingkar mereka harus memberikan pisang untuk dihabiskan oleh teman di sebelah kanan mereka. Nathan sangat tidak suka makan pisang, namun ia boleh belajar 'berkorban' (dalam istilahku) untuk boleh menghabiskan pisangnya. Hal ini tidak hanya terjadi dengan Nathan, terjadi juga dengan murid lainnya yang cukup rewel dalam hal makanan. Aku melihat bagaimana mereka bisa melawan ego mereka dan akhirnya mau memakan pisang tersebut^^ Bisa saja anak-anak ini memaksakan dirinya untuk menolak makan pisang tersebut kan, biasanya anak-anak akan berusaha sekuat tenaga agar keinginannya dituruti.

Untuk foto di sebelah kanan, adalah foto dari Calvin yang berjuang menyusun menara dari sedotan. Aku menyadari ini bukanlah permainan yang mudah untuk anak-anak sekolah minggu. Orang dewasa saja mungkin kesulitan membuatnya. Beberapa anak memang menyerah dalam membuat menara tersebut, namun Calvin terus berjuang sementara beberapa teman lain dalam kelompoknya telah putus ada. Tidak hanya soal menara sedotan ini saja lho, tapi ketika aktiitas di kelas, ia cukup ulet dan tekun untuk menyelesaikan apa yang ia kerjakan^^

So nice melihat mereka semua boleh belajar sesuatu yang mungkin mereka tidak sadari. Ketika anak-anak kecil ini boleh begitu luar biasanya, bagaimana dengan kita? Sudahkah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari anak-anak kecil ini? God bless you^^


Tuesday, December 7, 2010

Olimpiade Sekolah Minggu (1st edition)


Hari ini tanggal 7 Desember 2010, diadakanlah olimpiade sekolah minggu yang pertama kalinya di Gereja Isa Almasih Surabaya. Diharapkan acara ini boleh jadi agenda rutin dari sie sekolah minggu Gereja Isa Almasih Surabaya:) Piala-piala sudah terpajang di depan supaya anak-anak semakin antusia mengikuti lomba-lomba tersebut. Di akhir artikel ini pun kalian akan dapat melihat juga betapa antusiasnya para guru-guru untuk foto bersama piala-piala ini, termasuk diriku:) Selamat menikmati liputan kali ini...

Acara olimpiade sekolah minggu ini seharusnya dimulai pukul 08.00, namun karena ada beberapa hal, acara ini mulainya sedikit terlambat. Para peserta yang terdiri dari anak-anak sekolah minggu berbagai cabang, mulai dari yang balita sampai yang kelas enam SD ikut meramaikan olimpiade sekolah minggu ini...Lihat saja betapa antusianya mereka, ada yang masih belajar lho sebelum mengikuti lomba cerdas cermat (yang itu anak-anak dari sekolah minggu Darmo^^). Ada beberapa perlombaan yang diadakan, yaitu:
  • Lomba menyanyi, yang terbagi menjadi kategori kelas besar dan kelas kecil. Peserta yang terkecil yang berani tampil maju ke depan, walaupun harus didampingi oleh gurunya hanya berusia 3 tahun lho... (standing applause untuk keberaniannya^^) Berikut beberapa foto yang kuambil untuk lomba menyanyi dari kamera HP. (maaf kalau yang kuambil pas anak Darmo ya:( Tidak bermaksud untuk pilih kasih, namun karena yang lain ada di kamera dan tidak kupindahkan di komputer, jadi hanya foto-foto yang dari kamera HP yang bisa kumuat di sini)


  • Lomba mewarnai yang diikuti oleh kelas balita. Lomba ini diikuti lebih dari 20 peserta:) Waktu aku tiba di tempat kejadian:) ternyata hanya ada dua peserta yang masih dengan semangat 45 mewarnai gambarnya dan berikut adalah gambar kedua peserta yang beruntung kofoto dan kumasukkan di blog ini^^
  • Lomba bercerita tokoh alkitab. Lomba ini diikuti oleh anak-anak kelas 1 dan 2 SD. Pada lomba ini setiap peserta diminta untuk menceritakan salah satu tokoh alkitab yang telah ditentukan. Mereka boleh menggunakan alat peraga untuk membantu mereka bercerita. Sungguh terharu melihat anak-anak kecil ini begitu berani mencoba untuk bercerita dengan segala kemampuan mereka. Dan cukup salut juga dengan mereka yang mampu menghafalkan cerita-cerita tersebut sedemikian detailnya. Beberapa tokoh yang diceritakan adalah Daud dan Goliat, Zakheus, Kain dan Habel, Nuh dan bahteranya. Berikut adalah salah satu foto peserta yang sempat kuambil dengan kameraku:) Ini adalah Nathan dari cabang Tengger
  • Lomba berikutnya adalah lomba membaca alkitab. Kalau kalian pikir ini mudah dilakukan, maka kalian salah. Peserta lomba ini adalah murid-murid sekolah minggu kelas 3 dan 4 SD. Mereka harus membaca perikop yang telah ditentukan, di antaranya kisah Petrus berjalan di atas air, kisah Petrus menyangkali Tuhan Yesus, dan beberapa kisah lainnya:) Untuk yang ini aku tidak memiliki gambarnya, karena aku harus standby di lomba bercerita tokoh alkitab.
  • Selain menyanyi, bercerita tokoh alkitab dan membaca alkitab, ada lomba yang tak kalah serunya yaitu lomba cerdas cermat. Wah, hatiku sangat deg-degan melihat mereka cepet-cepetan memencet bel:) Wajah anak-anakku juga tampak tegang sekali menantikan setiap pertanyaan dari juri^^ Kisah yang cukup lucu dari bagian cerdas cermat ini adalah ketika ada pertanyaan apa bunyi hukum yang kesepuluh dari 10 perintah Allah? Anak-anakku dari Darmo memencet bel...dan menjawab..."Jangan mengingini rumah sesamamu" ^^jawaban yang sangat polos ya, hehehe...spontan diriku tertawa mendengarnya, karena jawaban yang seharusnya sih jangan mengingini milik sesamamu:) Tapi dewan juri mengijinkan jawaban tersebut. Ketika kuselidiki kenapa jawaban itu terlontar, ternyata anak ku yang bernama Patrick membacanya di komik alkitab^^
Banyak hal yang bisa kupelajari dari Olimpiade sekolah minggu ini...Aku cukup merasa senang dan bahagia boleh berkecimpung di dunia sekolah minggu ini. Seringkali dunia anak-anak adalah dunia yang diremehkan, namun merekalah generasi penerus kita, kalau kita bisa mendidik mereka dan menanamkan konsep pendidikan dan konsep kebenaran sedari kecil akan sangat baik bagi perkembangan mereka selanjutnya bukan? Hal yang membuatku salut dan aku banyak belajar dari anak-anak ini adalah keberanian mereka dan kemauan mereka menyediakan waktu berlatih dan mengikuti olimpiade ini:) Beberapa anak memang sangat minim penampilannya, namun aku harus mengangkat jempol untuk keberanian mereka mau mengikuti lomba ini, dan aku yakin pasti mereka sudah berusaha sebaik mungkin, berlatih setiap minggunya di sekolah minggu mereka:) Salut juga buat guru-guru yang sudah melatih mereka, karena aku tahu pasti ada beberapa cabang yang jumlah gurunya terbatas dan harus melatih semua anak-anak mereka yang mengikuti lomba...Di tengah-tengah kebuntuan menulis tesisku, anak-anak ini mengajarkanku untuk tidak boleh menyerah...Aku akan sama seperti mereka berusaha untuk berani dan mempersembahkan yang terbaik yang bisa kulakukan. At the end I just want to say "I'm so happy and proud to being in this sunday school, work with all of you, and see all those children growing up and they love us^^"

Jangan pernah remehkan anak kecil, firman Tuhan berkata:
Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan sorga (Matius 19:14)

Oh iya, ini bagian terakhir yang kujanjikan kepada kalian yaitu tentang para gurunya yang gila foto bersama piala^^ termasuk diriku, hehehe...



Kalau mereka membawa piala cuma 1, aku mau membawa semuanya ^^ (serakah mode on, hehehe)

Sunday, October 17, 2010

Selalu Ada Alasan Untuk Mengucap Syukur

Berikut merupakan summary kotbah yang disampaikah di ibadah pagi yang disampaikan oleh Pdt. Kasdi Kho yang intinya adalah tentang mengucap syukur. Seringkali manusia sulit untuk mengucap syukur (apakah kita termasuk di antaranya?), dan beberapa alasan penyebabnya adalah:
1. tidak pernah merasa cukup/puas

Salah satu ilustrasi untuk memberikan gambaran betapa manusia tidak pernah merasa puas akan apa yang dimilikinya adalah kisah dari seorang tukang batu. Berikut ini adalah kisahnya...
Suatu hari hiduplah seorang tukang batu yang tidak pernah merasa puas dengan diri dan hidupnya. Suatu hari lewatlah ia di depan rumah seorang pebisnis yang kaya raya, memiliki rumah mewah yang besar, mobil dan banyak barang-barang berharga di dalam rumahnya. "Dia pasti seorang pebisnis yang hebat, andai saja aku dapat menjadi kaya raya seperti dirinya, tentu hidupku akan bahagia", kata tukang batu tersebut di dalam hati.
Betapa terkejutnya dirinya bahwa pada suatu hari dirinya secara tiba-tiba menjadi seorang pebisnis yang kaya raya, memiliki banyak uang dan harta kekayaan lainnya. Tidak lama kemudian, ia melihat seorang pejabat yang lewat. Pejabat itu diiring mobil pengawal, setiap mobil harus menyingkir dan membiarkan mobil pejabat tersebut lewat. Ketika pejabat tersebut turun dari mobilnya, orang-orang membungkuk untuk menghormatinya. Berpikirlah sang tukang batu tersebut "Seandainya diriku boleh menjadi pejabat, dan orang-orang boleh menghormati aku, pasti akan lebih menyenangkan lebih dari sekedar menjadi seorang pebisnis yang kaya"
Kisah sang tukang batu terus berlanjut...Pada suatu hari, tukang batu tersebut tiba-tiba diangkat sebagai seorang pejabat. Ia menikmati bepergian dengan mobil mewahnya, dikawal dengan mobil pengawal dan dihormati orang-orang. Pada suatu siang hari ketika pejabat tersebut harus menghadiri sebuah pertemuan penting, pejabat tersebut merasa sangat kepanasan, matahari saat itu bersinar dengan terik dan menyengat. Pejabat tersebut berpikir ketika melihat matahari yang menyengatnya, "matahari begitu hebat, bisa menyinari seluruh bumu, aku ingin menjadi matahari" dan secara tiba-tiba juga terwujudlah keinginan pejabat tersebut, pejabat tersebut berubah menjadi matahari.
Pejabat tersebut senang karena bisa berubah menjadi matahari, dan menyinari bumi, tapi tiba-tiba datanglah awan menutupi matahari tersebut sehingga sinar matahari tidak sampai ke bumi. Dan sekali lagi, matahari berkata, "Sungguh hebat awan ini, aku ingin menjadi awan", maka berubahlah matahari menjadi awan dan memberikan hujannya turun ke bumi. Namun awan merasa dirinya digerakkan oleh sebuah kekuatan yang membuat dirinya bergerak tak menentu, bahkan tak jarang kekuatan tersebut mencerai beraikan awan menjadi awan yang kecil-kecil. Kekuatan tersebut ternyata adalah angin dan kembalilah berkata sang awan "Aku ingin menjadi angin"
Berubahlah awan menjadi angin. Angin merasa bangga bisa membawa terbang atap rumah, mengangkat pohon dan ditakuti oleh orang-orang. Namun, angin melihat ada sesuatu yang tidak bisa digerakkannya, seberapapun kuat angin ini berhembus, benda tersebut tidak bergerak, dan benda tersebut adalah batu yang besar. Berkatalah angin " Aku ingin menjadi batu" dan berubahlah ia menjadi batu. Namun, pada saat ia angin sudah berubah menjadi batu, ia merasakan ada sesuatu yang menyakiti dirinya. Batu besar tersebut bertanya-tanya, siapa yang berani-beraninya menyakiti dirinya, dan ternyata ia mendapati seorang tukang batu sedang mencoba menghancurkan batu besar tersebut.

Betapa ilustrasi kisah seorang tukang batu tersebut dapat menunjukkan kepada kita, betapa seringnya kita melihat keadaan orang lain yang 'tampak'nya lebih baik dari diri kita, dan kita tidak pernah melihat bahwa sebenarnya diri kita ini sudah sangat beruntung dengan menjadi diri kita apa adanya.

2. Merasa apa yang kita terima adalah hal yang sudah sepantasnya kita terima
Pdt. Kasdi Kho kembali menceritakan sebuah ilustrasi kembali untuk menjelaskan point kedua tersebut. Ada seorang anak gadis, sebut saja namanya Ani, Ani ini suka membuat kue dan pada suatu hari ia memutuskan untuk membuat sebuah kue dan memberikannya kepada seorang nenek yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Ketika menerima kue tersebut, nenek tersebut sungguh merasa senang sekali, dan ia menngucapkan terima kasih dan memuji-muji Ani untuk kue buatannya tersebut dengan begitu bersemangatnya. Pada minggu berikutnya, Ani kembali membuat kue, dan kembali ia memberikan kue tersebut kepada nenek yang tinggal di dekat rumahnya. Nenek tersebut mengucapkan terima kasih kepada Ani, namun memang tidak sebegitu semangat saat nenek tersebut pertama kali menerima kue tersebut. Seminggu sudah berlalu, Ani masih sangat sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya, sehingga tidak sempat membuat kue. Ketika ia sempat membuat kue, Ani kembali membuat kue, dan mengantarkan kembali untuk sang nenek. Nenek tersebut berkata," Ani kog telat?Biasanya kan seminggu sekali Ani pasti kemari dan mengantar kue untuk nenek?". Ani pun meminta maaf, dan menjelaskan kesibukannya. Hari-hari berlalu dan Ani sangat sibuk dengan kuliahnya, kali ini ia benar-benar tidak ada waktu untuk membuat kue. Ketika Ani berangkat kuliah dan melewati rumah sang nenek, sang nenek berkata "Lho Ani, mana kue untuk nenek?kamu tidak membuat kue untuk nenek?"

Apa yang kalian dapat dari kisah ini?Ani tidak memiliki kewajiban untuk memberikan kue kepada sang nenek. Pada awal menerima kue, nenek benar-benar berterima kasih kepada Ani, tapi lama-kelamaan, nenek ini merasa kue itu adalah sesuatu yang memang seharusnya diterima oleh nenek tersebut, padahal BUKAN. Kue tersebut diberikan hanya karena kemurahan hati yang dimiliki oleh Ani. Kadangkala kita merasa seperti nenek tersebut, kita merasa berkat-berkat yang kita terima, adalah hal yang sudah sewajarnya dan seharusnya kita terima, maka dari itu kita sering mengomel dan mengeluh kepada Tuhan, ketika kita menerima masalah atau tidak menerima sesuatu seperti yang biasanya sudah kita terima.

3. Manusia lebih mementingkan pemberian daripada Sang Pemberi

Hal ini tampaknya cukup jelas bagi kita. Seringkali kita melihat apa yang diberikan dan bukan siapa yang memberikannya. Dalam kehidupan ini seberapa banyak kita melihat apa saja dan berapa banyak yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, namun pernahkan kita memikirkan tentang Tuhan Sang Pemberi tersebut? Seringkali kita hanya memikirkan apa yang kita terima, padahal, hal yang lebih penting adalah kita boleh memiliki Tuhan sebagai sahabat kita, Bapa kita yang selalu bersama dengan kita dan itu JAUH LEBIH BERHARGA daripada segala pemberian yang boleh kita terima.

Apakah kita sudah mensyukuri hidup kita? Secara singkat, hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa mengucap syukur adalah:
"MENGHITUNG ANUGERAH YANG KITA TERIMA LEBIH DARI KESULITAN/MASALAH YANG KITA TEMUI"
Beberapa prinsip hidup lainnya supaya kita boleh hidup dengan ucapan syukur adalah (Kolose 3:15-17):
1. Damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita
Beberapa hal yang menyebabkan kita tidak pernah merasa damai adalah:
a. Penyesalan akan masa lalu
b. Kecemasan akan hari esok
c. Tidak adanya ucapan syukur untuk berkat Tuhan hari ini
2. Perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya dalam kita
Perkataan Kristus yang dimaksud adalah Firman Allah. Dalam firmanNya dituliskan bahwa kita tidak perlu merasa kuatir akan kehidupan ini, burung pipit dan bunga bakung saja dipelihara oleh Tuhan, terlebih lagi kita manusia yang begitu berharga dan dicintai oleh Tuhan.
3. Melakukan segala sesuatu di dalam nama Tuhan Yesus, melibatkan Tuhan dalam segala keputusan dan pekerjaan.


Alangkah hidup kita ketika kita dapat menjalaninya dengan penuh ucapan syukur, dibandingkan dengan bersungut-sungut. Sungguh hidup yang kita miliki ini adalah anugerah yang Tuhan telah sediakan bagi setiap kita, JADI marilah kita jalani hari-hari kita dengan penuh ucapan syukur:) Pilihan ingin menjalani hari dengan penuh ucapan syukur atau bersungut-sungut terletak di tangan kita. Manakah yang akan Anda pilih???Gbu...



Friday, July 2, 2010

Aku malu jika aku tidak dapat bersyukur

Setelah sekian lama akhirnya aku menyempat-nyempatkan untuk menulis:) Terima kasih kepada salah satu dosenku yang boleh memberi inspirasi, karena dari perkataan beliau timbul semangatku untuk menulis lagi. Beliau berkata kita tidak tahu bilamana tulisan/perkataan/perbuatan kita boleh jadi berkat untuk orang lain. Terima kasih juga untuk teman kantor yang setia membaca tulisanku ini dan menagih tulisanku yang tak kunjung terbit, hehehe...:)

Pada tanggal 20 Juni yang lalu, pemuda dan remaja gerejaku berkunjung ke sebuah panti asuhan di daerah Kembang Kuning, nama Pantinya adalah Agape. Di sana ada sekitar 60 anak dan 7 orang pengurus. Kalau secara lokasi sih, menurutku agak mengenaskan bahwa sebuah panti asuhan terletak di daerah kuburan. Aku memang tidak masuk sampai benar-benar ke dalam ruangan-ruangannya, namun tempat yang kami gunakan untuk ibadah sih cukup kecil, dan ada beberapa yang tidur di sana karena kamarnya yang tidak mencukupi.

Senang bisa ke sana dan berbagi dengan teman-teman di sana, sayangnya tidak banyak anak pemuda dan remaja yang bisa ikut ke sana.Bagiku ke panti bukan hanya masalah kita 'menyumbang' atau membagikan barang-barang kepada anak-anak di sana, namun bagaimana justru aku bisa belajar banyak hal dari hidup mereka:) Dari yang aku tahu, terkadang ke panti sering sekali kita jadikan ajang 'membuang' baju-baju bekas kita. Tidak salah sih memang, apalagi kalau baju itu memang tidak cukup lagi untuk kita pakai dan masih layak pakai, daripada dibuang kan. Namun alangkah baiknya lagi jika kita tidak hanya sekedar berpikir kunjungan ke panti asuhan hanya cukup dengan memberi uang atau barang kepada mereka, lebih dari itu banyak hal yang dapat kita pelajari dari mereka yang tinggal di sana, apakah itu???

1. Mereka mungkin adalah anak-anak yang telah 'dibuang' oleh orang tua mereka, entah karena alasan biaya ataupun alasan hamil di luar nikah, namun yang pasti mereka tidak memiliki keluarga. Namun, mereka masih bisa tersenyum lho, bernyanyi memuji Tuhan, bersekolah, dan menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Kalau mau kita refleksikan dengan kehidupan ini, seberapa banyak sih kita lihat atau kita dengar banyak orang yang bunuh diri karena putus pacar, bangkrut (padahal masih punya uang milyaran...><), depresi karena masalah keluarga, dan mungkin masih banyak alasan yang lain. Be realistic....ketika kita boleh melihat hidup kita, dan kita sering mengeluh tentangnya, sudahkan kita melihat fakta-fakta yang ada di luar sana, berapa banyak orang yang hidupnya tak tahu harus makan apa, apakah hari ini dapat makan atau tidak, dimana harus tinggal, bahkan mungkin bermalam di jalanan, dan banyak fakta-fakta yang menurutku ketika kita boleh hidup, semuanya ini hanya karena anugrahNya. Di luar sana banyak orang-orang yang tidak memiliki apa-apa, orang-orang yang cacat tubuhnya namun mereka dapat mensyukuri hidup mereka dan mereka dapat mensyukuri hidupnya, bagaimana dengan kita???

2. Belajar untuk berbagi dan peduli sesama. Di sana mereka saling peduli satu sama lainnya. salah satu contohnya terlihat di foto yang ada di bawah ini.



Anak gadis ini menjaga adik kecil yang tinggal di sana, padahal bukan saudara. Aku melihat walaupun ada perkelahian gara-gara berebut mainan, perang mulut, tapi mereka masih bisa saling memperhatikan satu sama lain. Mereka bertumbuh bersama di sana, dan belajar menjadi seperti saudara yang saling peduli dan memperhatikan. Bagaimana dengan kita???ketika kita hidup dalam keluarga ataupun dalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari dengan orang terdekat kita, seberapa sering kita mengeluh, berselisih dan pada akhirnya membenci mereka??? belajarlah dari kehidupan mereka, para pengurus panti yang mau mengabdikan hidupnya untuk merawat anak-anak ini padahal ini bukan saudara-saudara ataupun anak mereka. Belajarlah untuk mengasihi dengan tulus walaupun kita tidak memiliki hubungan darah atau mempunyai hubungan secara khusus dengan orang-orang tersebut. Belajarlah mengasihi walaupun mungkin kita merasa tidak dikasihi. Mereka dapat saja tumbuh dengan rasa benci karena merasa orang tua mereka tidak mengingini kehadiran mereka, namun mereka tetap dapat tumbuh di sana dan belajar mengasihi karena mereka diajar juga sekalipun seluruh dunia membenci kita ada Yesus yang mengasihi dan mau mati bagi kita. Demikian juga dengan kita, ketika kita merasa orang tua tidak sayang sama kita, tidak ada yang peduli dengan kita, jangan langsung berpikir ingin bunuh diri, tapi ingatlah ada pribadi yang begitu mencintai kita dan bersedia memberikan nyawanya untuk menggantikan kita.

3. Belajarlah untuk menerima kenyataan dalam hidup ini, jalani sebaik-baiknya dan tetap bersukacita. Aku membayangkan jika aku ada dalam posisi mereka, mungkin aku akan menyerah menghadapi hidup ini, tetapi mereka berbeda. Mereka masih bisa tersenyum dan menjalani hidup ini seperti tidak ada apa-apa. Mereka bersekolah dan bahkan ada yang sudah lulus jadi sarjana. Seberapa banyak dari kita yang mampu untuk bersekolah, namun kita malas-malasan?Mereka berjuang mati-matian untuk dapat sekolah karena terbentur masalah biaya.



Ketika kita sudah dianugrahi oleh Tuhan kehidupan, biarlah kita boleh belajar mensyukuri semuanya itu, menjalani hidup ini dengan memberikan yang terbaik. Nick Fujicic, walaupun ia dilahirkan cacat, ia mensyukuri hal itu dan tetap melakukan yang terbaik dalam hidupnya dan menjadi berkat dengan memotivasi orang-orang lain. Hee Ah Lee, ia juga dilahirkan dengan cacat, namun ia mau berusaha mati-matian mengembangkan talenta bermain pianonya dan mempersembahkan hidup yang terbaik. Pertanyaannya lagi-lagi adalah bagaimana dengan kita??? sudahkah kita belajar sebaik-baiknya, bekerja dengan sepenuh hati dan segenap kekuatan yang ada???ataukah teknologi seperti smartphone, situs jaringan sosial begitu mengambil tempat dalam hidup kita sehingga kita melalaikan semuanya itu? Meri kita boleh belajar untuk melakukan apa jadi jadi panggilan hidup kita dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya dan tetap dengan penuh sukacita.

Pada intinya adalah aku benar-benar belajar untuk bersyukur dan belajar tetap menghadapi dunia ini dengan penuh senyuman dan sukacita seperti aku melihat anak-anak ini bertahan dalam kehidupan mereka, mensyukuri kehidupan mereka, dan masih bisa menunjukkan kasih dan senyum yang tulus:) Masak sih diriku yang memiliki keluarga, pekerjaan, mampu bersekolah, teman-teman yang luar biasa harus mengeluh karena masalah yang sepele?aku akan sangat malu dengan mereka:) Akhir kata, bersyukur dan bersukacitalah senantiasa...Jangan pernah menyerah...Bersama Tuhan aku pasti bisa:)


Sunday, May 16, 2010

Iman Seperti Petrus


Minggu, 16 Mei 2010 kemarin, gerejaku merayakan hari ulang tahunnya yang ke 41 tahun. Aku memang tidak menghadiri KKR dan perayaannya, namun aku datang ke ibadah pagi dan yang membawakan kotbahnya adalah Pak Yohan Candawasa. Beliau membawakan kotbah yang diambil dari Mat 14:22-33, yaitu tentang Yesus berjalan di atas air. Berikut adalah ringkasan kotbah beliau.

Pernahkah kita berpikir mengapa dalam angin sakal yang terjadi waktu itu, Petrus tidak meminta badai diredakan? namun Petrus justru meminta (ayat 28) "Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air", padahal di Matius pasal yang ke 8, murid-murid segera meminta kepada Yesus agar badai segera dihentikan. Pada Matius 14 ini, Petrus tidak meminta Tuhan datanglah dan hentikan badai ini. Perkataan Petrus di ayat yang ke 28 ini menunjukkan bahwa Petrus memiliki iman yang disandarkan kepada Tuhan. Petrus telah memiliki pengalaman sebelumnya bahwa Tuhan sanggup meredakan angin ribut dan Petrus belajar bahwa yang lebih penting adalah bukan redanya angin ribut, namun yang lebih penting dan utama adalah dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu Petrus bukan meminta keadaaan lingkungannya yang berubah, namun Petrus meminta kepada Tuhan, untuk Petrus boleh datang kepada Tuhan. Palajaran yang sangat dalam menurutku bahwa seringkali kita merasa aman dan bahagia ketika apa yang kita minta terpenuhi, ketika masalah kita diselesaikan, ketika lingkungan di sekitar kita sangat mendukung kita, namun pernahkan kita menyadari bahwa yang lebih utama adalah bukan keadaan lingkungan yang berubah menjadi lebih baik, namun yang LEBIH UTAMA adalah dengan siapa kita boleh melalui semua hari-hari dan masalah kita. Daud dalam Mazmur 23:4 menyatakan "Sekalipun aku dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya..." Daud tidak merasa bahwa berada dalam kekelaman sebagai sesuatu hal yang menyulitkan dirinya, karena ia tahu bahwa Tuhan ada bersama dengan dirinya. Demikian juga Petrus, ia tahu bahwa badai tidak berhenti tidak masalah, perahunya terombang-ambing juga tidak apa-apa, asalkan ia boleh dekat dengan Tuhan. Sama halnya juga yang terjadi dengan Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ketiga Daniel akan dimasukkan ke dalam gua singa, ia tidak berdoa, Tuhan semoga singanya mati, atau hal lain semacam itu, namun Daniel memiliki keyakinan bahwa bersama Tuhan ia pasti mampu melaluinya, demikian juga yang terjadi dengan
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Rasa aman bukan kita dapatkan dari keadaan yang diubah menjadi lebih baik, rasa aman hanya bisa kita dapatkan asal kita berada dekat dengan Tuhan.


Pernahkah kita juga berpikir mengapa Tuhan menunggu begitu lama untuk menghentikan badai?Mengapa Tuhan menyuruh murid-murid ke seberang?Apakah Ia tidak tahu bahwa akan terjadi badai? Begitu banyak pertanyaan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya. Kehadiran Tuhan dalam hidup ini tidak identik dengan tidak adanya badai/masalah dalam kehidupan kita. Ketika Tuhan ada bersama dengan kita, dan masalah, sakit penyakit, kesulitan masih ada dalam kehidupan kita, itu karena Tuhan ingin membentuk kita lebih lagi untuk serupa denganNya. Aku mengingat ada film singkat dari donghaeng.net tentang 'footprints'. Di sana dikisahkan bahwa ketika kita mengalami tanjakan/kesulitan dalam kehidupan kita, ketika hanya ada sepasang kaki yang melalui itu, kita tidak berjalan sendiri, melainkan Tuhan sedang bersama kita, menggendong kita untuk boleh melalui semuanya itu. Ketika Tuhan dirasakan terlambat menolong hidup kita, sesungguhnya adalah Tuhan tidak pernah terlambat, Ia hanya sedang ingin menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang sanggup diandalkan dan dipercaya. Ingatkah kita akan kisah Lazarus yang dibangkitkan? Coba bayangkan 3 kondisi berikut :
1. Lazarus berdoa agar tubuhnya sehat selalu, dan tidak pernah sakit dan pada kenyataannya Lazarus tidak pernah sakit.
2. Lazarus sakit, ia berdoa minta disembuhkan, dan Tuhan datang menyembuhkan dia, dan ia sembuh
2. Lazarus sakit, ia berdoa minta disembuhkan, namun Tuhan tidak kunjung datang sampai akhirnya ia meninggal, namun pada akhirnya Tuhan datang dan membangkitkan dia.

Manakah dari ketiga keadaan tersebut yang membentuk Lazarus, Maria dan Marta semakin percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas hidup maupun maut? Aku pun menyadari setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda, Ayub, Abraham, dan banyak lagi tokoh alkitab lainnya termasuk diriku:) Aku hanya belajar melihat ke belakang, dan aku telah menyaksikan, merasakan bagaimana TanganNya telah menyertai aku dan membentukku sedemikian rupa, dan aku yakin itu yang Dia lakukan atas hidup anda juga.

Sangat mudah bagi Tuhan untuk merubah keadaan eksternal kita, menyembuhkan kita, menjadikan kita kaya, dsb...Namun Tuhan terlebih rindu untuk membentuk internal hati kita, supaya kita memiliki iman yang mempercayai bahwa Ialah Allah yang layak untuk diandalkan dan dipercaya

Apakah Petrus tidak pernah merasa takut dan bimbang?Jawabannya adalah pernah, ayat 30 mencatat bahwa'Ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia...' bahkan kita ketahui juga bahwa ketika Tuhan Yesus akan disalib, Petrus juga menyangkali Yesus, namun sejarah mencatat bahwa Petrus berhasil mengatasi ketakutannya bahkan semakin giat mengabarkan injil sampai akhirnya Petrus meninggal disalibkan dengan terbalik. Demikian juga dalam kehidupan kita, ada kalanya juga kita dapat merasa takut dan gentar, namun jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Biarlah kita boleh melihat penyertaanNya yang luar biasa di masa yang telah lalu dan demikian juga penyertaanNya akan selalu ada bersama dengan kita. Aku selalu bersyukur aku bisa melalui hari-hari ini bersama dengan Tuhan dan selalu ada saudara-saudara seiman yang menguatkanku. Di akhir tulisan ini, aku hanya berharap kita semua bisa memiliki iman yang percaya bahwa ketika ada Tuhan yang bersama dengan kita, itu sudah cukup bagi kita, hanya bersama Tuhan saja kita mampu melalui hari-hari kita dengan sukacita. Gbu ^o^

Sunday, April 4, 2010

How Do You Celebrate Easter???

Hari ini hari minggu, 4 April 2010, seluruh umat kristiani merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Berbagai macam cara yang dilakukan untuk memperingati kebangkitanNya. Di koran Jawa Pos sempat kulihat dan kubaca bagaimana gereja-gereja memperingati jumat agung dan paskah dengan mengadakan drama penyaliban Tuhan, ada juga kisah menarik lainnya yaitu ada seorang nenek asal Amerika Serikat berusia 85 tahun yang senantiasa mengenakan kostum kelinci paskah. Dengan kostum tersebut, nenek tersebut berjalan menyusuri jalan, mengunjungi panti asuhan dan sekolah-sekolah untuk menghibur anak-anak di sana. Salut dengan apa yang telah dilakukan oleh nenek ini, karena nenek ini telah melakukan 'ritual' tersebut selama 29 tahun...Wow, semangat merayakan paskah yang luar biasa kan???

Kalau di gerejaku sendiri, hari Sabtu kemarin diadakan paskah gabungan pemuda remaja dengan mengangkat tema "FOCUS", pemimpin pujiannya memimpin dengan semangat yang luar biasa, dan firmanNya diambil dari Matius 5:13-16 dan mengajarkan kita untuk kita boleh mengenali identitas diri kita sebagai anak Tuhan dan fokus pada tujuan hidup kita. Ada video singkat yang cukup menarik kemarin, judulnya adalah God's pie (Kalau ada yang tertarik, bisa coba lihat di http://www.savevid.com/video/vyg-gods-pie.html), video singkat ini menceritakan bahwa ada sebuah pie yang dibagi-bagikan kepada banyak orang, sampai akhirnya tersisa sepotong pie kecil untuk dirinya sendiri, namun di saat orang tersebut hendak memakan pie tersebut, ada sosok yang memandang dirinya, dan orang-orang lain pun memandang, siapakah Dia??? Ternyata sesosok orang yang memperhatikan itu adalah Tuhan, pertamanya orang tersebut bingung akankah dia akan memakan pie tersebut atau membagikannya, namun akhirnya ia memilih untuk menutup wajahnya dari pandangan Tuhan dan tetap memakan pie tersebut. Apa yang bisa kita pelajari? Pie tersebut bisa melambangkan waktu, tenaga, dan hal-hal lain yang kita miliki...Mungkin Kita banyak meluangkan waktu kita untuk pekerjaan, sekolah, kesenangan, dll, namun pernahkan kita memberikan waktu yang seharusnya milik Tuhan itu untuk Tuhan??? Atau kita sengaja menutup hati kita, tidak peduli Tuhan itu ada atau tidak, dan kita menggunakan semua waktu, tenaga semuanya hanya untuk kita sendiri??? Hal yang benar-benar perlu kita renungkan di hari paskah ini, Tuhan Yesus telah menyerahkan segala sesuatunya untuk kita semuanya, namun adakah kita mau memberikan hidup kita untuk Dia???

cuplikan gambar dari video singkat 'God's Pie'

Dan hari minggu ini, anak-anak sekolah minggu di gerejaku juga merayakan paskah...Firman Tuhan diisi dengan panggung boneka yang dilanjutkan dengan aktivitas di kelas mereka masing-masing. Di kelas balita, diadakan permainan mencari gambar yang sama...Yang lucu dari kelas ini adalah ada beberapa anak balita ramai-ramai menyebutkan untuk membuka kartu no 6, dan yang lucu adalah ada anak-anak yang ikut-ikutan berteriak menyebutkan angka 6, NAMUN...jari tangannya menunjukkan angka 2:)) di kelas kecil (kelas 1,2), kita membuat keranjang telur:) dan di kelas tengah, besar (kelas 3-6), anak-anak berlomba-lomba mencari telur, dan setelah permainan selesai dilakukan, kita para gurunya harus mencari telur-telur yang belum ditemukan oleh anak-anak waktu permainan tadi:D
Pada akhirnya, aku hanya ingin mengucapkan "selamat paskah"...Tuhan Yesus telah mati dan bangkit untuk kita semua, mari kita berikan yang terbaik hanya bagiNya:) God bless you all!