Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Monday, January 27, 2014

Kesalahan Umum dalam Membuat Slide Presentasi

Di tahun 2013 kemarin, saya dan seorang rekan membuka sebuah bimbingan belajar, yang sekaligus merupakan tempat pelatihan dan pengembangan diri. Salah satu modul yang kami ajarkan adalah mengenai bagaimana memaksimalkan Power Point untuk mendukung presentasi.

Kata mendukung presentasi menjadi kunci, karena hal ini berarti slide presentasi HANYA merupakan media pendukung dalam menyampaikan presentasi. Sama halnya seperti sebuah konser musik, pemeran utamanya adalah pianis yang memainkan piano tersebut dan bukan piano itu sendiri. Jadi dalam sebuah presentasi, presenter adalah pemeran utamanya, slide yang efektif dan menarik merupakan alat bantu yang dapat MEMAKSIMALKAN presentasi yang disampaikan.

Bagian pertama dari modul tersebut adalah 'Kesalahan Umum dalam Membuat Slide Presentasi'

Kesalahan umum dalam membuat presentasi ini penting untuk menjadi perhatian kita, karena disadari atau tidak disadari kita sering melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Mengerjakan slide yang tidak efektif dan tidak menarik hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga kita karena audiens pun tidak akan tertarik melihat slide kita. Kesalahan manakah yang sering kita lakukan? 

 

Wednesday, September 8, 2010

Tips to be A Rich Person

Sebenarnya artikel yang ini sudah ingin kutulis sejak lama, dan ini merupakan speech/presentasi yang kubawakan pada hari Jumat, 17 September 2010 di UC Toastmaster, hanya saja aku belum benar-benar memiliki waktu untuk diam di depan komputer dan menuliskan semuanya ini:D. Berikut adalah presentasi yang berjudul "How to be A Rich Person?" yang kubawakan waktu itu.

"How to be A Rich Person?"



Setiap kita tentunya berharap bisa memiliki kehidupan yang lebih baik, dan menjadi orang yang kaya. Ada 3 harta yang perlu dimiliki oleh kita untuk boleh menjadi orang yang kaya di dalam dunia ini. Harta-harta tersebut adalah:
1. Visi/impian



Menurut sumber-sumber yang telah kupelajari visi berbicara mengenai 'what do we want to become', maka dari itu umumnya kalimat visi diawali dengan kata menjadi atau 'to be'. Pentingnya mengenai visi dapat dibaca pada tulisan yang sebelumnya pernah kutulis dari sebuah buku, artikel tersebut berjudul 'Big Dream Big Success'. Visi merupakan hal yang perlu kita miliki agar kita jelas mau melangkah ke arah mana. Salah satu contoh yang dapat diambil mengenai pentingnya visi ini adalah kisah dari Walt Disney. Berikut merupakan kutipan-kutipan kalimat dari Walt Disney yang menunjukkan pentingnya imajinasi/mimpi/impian.
Disneyland will never be completed. It will continue to grow as long as there is imagination left in the world
All your dreams can come true if you have the courage to pursue them


Dapatkah kalian bayangkan tanpa adanya imajinasi atau mimpi yang terus berusaha untuk diwujudkan, Walt Disney tidak akan pernah terwujud. Ingat baik-baik, harta pertama yang harus kalian miliki adalah MILIKILAH VISI.

2. Misi


Seperti di teori pada umumnya, misi sangatlah melekat dengan visi. Kalau visi adalah tujuan jangka panjang kita, maka misi adalah jembatan yang harus kita lalui untuk mencapai visi tersebut. Sangat mudah rasanya menerangkan pentingnya dan definisi visi dan misi secara teoritis, namun kenyataannya tidak semudah itu. Banyak yang masih bingung dalam merumuskan pernyataan visi dan misi yang tepat, bahkan lebih parahnya lagi, banyak yang menyadari pentingnya hal tersebut, namun tidak pernah meluangkan waktu untuk memikirkannya.

3. Harta yang ketiga adalah????
Setelah berbicara mengenai visi dan misi, kira-kira apa ya yang menjadi harta ketiga yang tidak kalah pentingnya dengan visi dan misi? Untuk harta ketiga ini kuambil sumbernya dari authorstream.com, sebuah slide yang berjudul " A Small Truth to Make Life 100%". Kira-kira menurut kalian, jika huruf A=1, B=2, C=3, dan seterusnya sampai dengan Z=26, kira-kira apa ya yang membuat hidup itu menjadi 100%?
Apakah HARDWORK (kerja keras)???
H+A+R+D+W+O+R+K = 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
Apakah KNOWLEDGE (pengetahuan)???
K+N+O+W+L+E+D+G+E = 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
Apakah LOVE (cinta)???
Seberapa banyak dari kita, bahwa cinta adalah segala-galanya??? Mari kita lihat, apakah cinta yang membuat hidup itu 100%?
L+O+V+E = 12+15+22+5 = 54%
Apakah LUCK (keberuntungan)???
L+U+C+K = 12+21+3+11 = 47%
Apakah MONEY (uang)???
Tidak sedikit orang yang berpikir uang adalah segala-galanya sehingga mereka mengejar hal tersebut dengan berbagai cara. Apakah harga yang ketiga untuk menjadi kaya ini memang adalah uang? Mari kita lihat,
M+O+N+E+Y = 13+15+14+5+25 = 72%
Apakah LEADERSHIP (kepemimpinan)???
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P= 12+5+1+4+5+18+19+9+16 = 89%

Ternyata untuk membuat hidup menjadi 100% bukanlah dengan kerja keras, pengetahuan, cinta, keberuntungan, uanga ataupun kepemimpinan. Memang semua hal tersebut diperlukan dalam kehidupan ini, namun yang lebih penting di atas semua itu dan menjadikan hidup ini menjadi 100% adalah...
A+T+T+I+T+U+D+E= 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Sikap kitalah yang membuat kehidupan kita ini menjadi 100%. Kita boleh bekerja sekeras mungkin, memiliki pengetahuan yang luar biasa luasnya, memiliki harta yang banyak, namun tanpa disertai sikap yang baik, sikap menghargai orang lain, sikap yang rendah hati, maka kita dapat kehilangan harta yang kita miliki, kita tidak akan dapat membangun network yang baik tanpa attitude yang baik pula.

Di akhir artikel ini aku hanya ingin sedikit memberi sedikit kesimpulan dari semuanya ini. Menjadi kaya tidak hanya berbicara seberapa banyak harta yang kita miliki, namun lebih dari pada itu, ketika kita boleh memiliki 'harta-harta' yang berharga seperti VISI, MISI dan ATTITUDE, harta-harta tersebutlah yang akan memberikan kita 'kekuatan' untuk kita boleh berjuang dalam kehidupan ini, bahkan ketika kita memiliki ketiga 'harta' tersebut kita dapat menjadi lebih 'kaya' dibandingkan mereka yang memiliki harta kekayaan melimpah namun tidak memiliki ketiga 'harta' tersebut. Selamat menjadi orang 'kaya' dalam kehidupan ini:D Gbu.

Monday, January 18, 2010

Applied Approach

Tanggal 17-21 Januari ini aku mengikuti pelatihan Applied Approach, apakah itu?Itu adalah pelatihan untuk membekali seseorang dalam mengajar dengan lebih baik. Saat ini di dunia pendidikan sedang berkembang metode pengajaran yang berbasiskan kompetensi, sehingga yang dinilai dari seorang mahasiswa itu bukan hanya berdasarkan ujian tulis namun berdasarkan kompetensi yang mampu dicapai mahasiswa tersebut. Para staf pengajar yang pada mulanya diajar tidak menggunakan berbasis kompetensi ini harus belajar lagi supaya bisa membuat anak didiknya lebih baik lagi apalagi di tengah berkembangnya teknologi saat ini, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai materi saja namun mampu untuk mengaplikasikannya, menguasai softskill, dan mampu menjalin relasi/networking.

Yang menjadi inti dalam pembelajaran sebenarnya adalah bagaimana kita bisa mendidik anak didik kita untuk memiliki kemauan untuk bekerja keras, kemauan untuk belajar di sepanjang hidupnya, memiliki inisiatif dan berbagai kemampuan lainnya, tidak hanya sekedar menguasai ilmunya secara teoritis saja.

Dalam pelatihan ini kita diajar untuk mengevalusi proses belajar mengajar yang telah kita jalankan, apakah mahasiswa mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan?IP mahasiswa yang tinggi tidaklah menunjukkan dosen telah memiliki kemampuan mengajar yang baik. Banyak hal sebenarnya yang bisa didapatkan dari pelatihan ini. Apakah pengajaran yang selama ini dilakukan hanya sekedar menanamkan pengetahuan kepada mahasiswa ataukah lebih menekankan kepada kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh mahasiswa.

Di dalam pelatihan ini para dosen pun dididik selayaknya mahasiswa dididik:) Kita diajar membuat Garis Besar Program Pembelajaran, Satuan Acara Perkuliahan, kontrak perkuliahan, buku ajar, bagaimana kita mengubah mindset kita dari yang semula hanya sekedar mengajarkan tentang teori menjadi mendidik mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, bagaimana membuat tugas yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, bagaimana melakukan evaluasi terhadap pengajaran yang telah dilakukan. Intinya begitu banyak hal yang aku pelajari di sini dan ketika kita hendak menjadi pengajar yang baik hendaknya kita juga bersedia untuk belajar terlebih dahulu dan belajar yang banyak:) Jika kita menginginkan mahasiswa untuk bersedia belajar seumur hidupnya, mau membaca banyak buku dan mengikuti perkembangan informasi, paling tidak kita harus memulainya terlebih dahulu. Kalau kita saja kesulitan dan tidak mau belajar, bagaimana kita bisa menuntut mahasiswa kita untuk melakukannya? Teladan hidup merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk memotivasi dan mendidik mahasiswa. Tertarik terlibat di dalam dunia pendidikan? Ayo kita semangat untuk belajar lebih banyak lagi sehingga kita bisa mendidik anak didik kita dengan lebih baik lagi.