Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Sunday, October 31, 2010

Monday, February 1, 2010

Inspirasi 5 Menit



Buku yang ditulis oleh Bapak Samuel Tirtamihardja ini adalah buku yang sangat menarik, ringan untuk dibaca dan lebih lagi sangat menguatkan.
buku ini terdiri atas 60 artikel singkat setiap artikel selalu diselipkan kata-kata bijak yang memotivasi kita dan ada beberapa artikel yang diberi ilustrasi.

Beberapa hal/prinsip yang dapat diambil dari buku ini antara lain :
1. jangan pernah menyerah dalam hidup ini. Di awal buku ini ditulis sebuah kutipan dari Thomas Alfa Edison yang berbunyi "Many of life's failure are men who did not realize how close they were when they gave up"

2. belajar mengapresiasi orang lain, karena survey di Amerika membuktikan bahwa 50% dari karyawan keluar dari pekerjaannya karena merasa diri mereka tidak pernah diapresiasi.

3. Beberapa prinsip kehidupan yang harus kita lakukan, antara lain dengan menjaga kesegaran pikiran kita dengan vitamin A,B,C,D, dan E. Apakah itu? A=Agape/kasih, B=berdoa, C=Ceria, D=Dorongan, dan E=Empati.

4. Setiap orang memiliki keunikan, dan kelebihannya masing-masing. Ada artikel yang menuliskan bisa karena biasa. di artikel tersebut dituliskan bahwa ada suatu temuan di bidang psikologi bahwa 95% dari segala sesuatu yang kita pikirkan, rasakan, lakukan dan kita capai merupakan hasil dari kebiasaan.

5. Apakah esensi dari kebahagiaan?Ada orang yang kaya namun mereka tidak bahagia. Menurut survei, indeks kebahagiaan Indonesia masih lebih tinggi dari negara Singapura, Jepang, Amerika dan Jerman. Dalam Artikel tersebut dituliskan bahwa manusia yang bahagia adalah ketika ia merasa tak berdaya karena dia akan berserah kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan kelegaan padanya.

6. Dalam kehidupan kita harus bertumbuh dan berpikir secara realistis/nyata.

7. Bagaimana dalam kehidupan ini kita harus memberi kesan yang baik dan menjadi orang yang menarik. Salah satu kalimat yang menarik dari artikel tersebut adalah "Kalau kehormatan itu menjadi pakaianmu, maka ia akan tahan seumur hidupmu. Kalau pakaianmu itu menjadi kehormatanmu, maka ia akan cepat robek" Wah, makna yang sangat dalam sekali ya:)

8. Manusia harus memiliki tekad, impian dalam hidupnya dan jangan pernah menyerah pada kemustahilan. Sudah terlalu banyak contoh-contoh kehidupan orang-orang yang pada masa lalunya "kelam" namun mereka dapat melewati semua itu dan dunia mengakui mereka sebagai orang yang berhasil.

Masih ada begitu banyak lagi kisah-kisah dan pelajaran yang menarik yang aku dapatkan. Bahasanya yang komunikatif dan kisahnya yang menguatkan benar-benar membuatku tidak ingin berhenti membacanya. Buku ini sungguh dapat memberi kekuatan dan berbagai makna dalam kehidupan kita. Jadi, saya hanya ingin mengatakan : Jika anda belum membaca buku ini, maka bacalah sekarang :)

Have a nice reading.

Tuesday, January 5, 2010

BIG DREAM BIG SUCCESS

Judul artikel ini kuambil dari sebuah judul buku karangan Eko Suhartanto, dkk. Banyak hal yang kupelajari dari buku ini.

1. Pentingnya untuk memiliki visi dalam kehidupan.
Saya termasuk tipe orang yang menjalani hidup ini dengan prinsip 'let it flow', dan saya merasa semua berjalan baik-baik saja tanpa saya perlu susah-susah memikirkan apa visiku. Namun ternyata saya salah, visi merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup ini. Bayangkan seseorang yang berencana ingin berlibur ke kota "X",dengan orang tersebut memiliki rencana ingin ke kota "X", ia tahu apa saja yang harus ia persiapkan, berapa uang yang ia butuhkan, barang apa saja yang harus ia persiapkan, pemesanan tiket dan tempat tinggal dan berbagai persiapan lainnya. Sekarang bayangkan orang tersebut tidak tahu ia mau ke mana, tanpa tempat tujuan yang ingin ia tuju, ia hanya mengikuti kemana langkah kakinya ingin melangkah. Mungkin ilustrasi ini dapat menggambarkan perbedaan orang yang memiliki visi dan yang tidak.

Ketika kita tidak pernah menetapkan impian kita, visi kita, maka kita tidak akan tahu hal-hal atau langkah-langkah apa saja yang perlu kita lakukan untuk mencapai impian tersebut. Bingung memilih sekolah, bingung memilih jurusan, dan bahkan tidak tahu mau bekerja di mana. Perlahan-lahan setelah saya mengetahui pentingnya visi dan personal goal, saya pun mulai menetapkan visi dan tujuan hidup, dan saya pun mulai dapat merencanakan apa yang harus dilakukan, dan dipelajari supaya saya dapat mencapai tujuan.

2. Kegagalan dan masalah adalah sebuah proses yang tidak perlu kita hindari.
Kehidupan ini adalah proses kita untuk belajar, dan dalam belajar tidak selamanya kita harus selalu berhasil. Di dalam hidup ini, banyak orang menyaksikan bahwa mereka disembuhkan, perekonomian mereka dipulihkan, mereka diselamatkan dari bahaya. Saya tidak mengatakan kesaksian tersebut salah, lewat kesaksian ini memang kemuliaan Tuhan dinyatakan, namun hal yang ingin saya tekankan adalah ketika orang tidak mengalami kesembuhan, ketika orang mengalami kecelakaan, dan ketika perekonomiannya berada dalam kondisi terpuruk itu bukanlah suatu hal yang salah. Ketika manusia berada dalam kondisi terpuruk dan terjatuh, itu adalah salah satu proses belajar dalam kehidupan. Bagaimana mereka dapat berusaha bangkit dari kegagalan dan menjadi pribadi yang lebih kuat, bagaimana seseorang di dalam dunia kerja harus mengalami gesekan dengan sesamanya, bagaimana ketika memulai sebuah usaha namun usaha tersebut mengalami kerugian. Semua hal yang terjadi tersebut membuat kita belajar bagaimana kita manghadapi semua masalah yang terjadi. Salah satu dosen saya bercerita, dengan adanya masalah maka usahanya dapat berkembang, dengan adanya keluhan dan masalah dalam masyarakat maka perusahaannya berusaha berinovasi sedemikian rupa sehingga masalah tersebut dapat diatasi.

Di dalam dunia kekristenan terkenal dengan ajaran KASIH. Ketika hidup berjalan mulus tanpa ada masalah, tanpa ada orang yang menyakiti kita, bagaimana mungkin kita dapat mempraktekkan KASIH kepada ’musuh’. Sangatlah mudah bagi kita untuk memaafkan orang yang tidak memiliki hubungan dekat dengan kita, tapi bagaimana jika sahabat kita sendiri yang menyakiti kita?mampukah kita memaafkan?Jika hal-hal yang tidak mengenakkan tersebut tidak pernah terjadi kepada kita, bagaimana kita bisa mempraktekkan firman yang telah kita terima. Saya pribadi pernah dibuat marah dan jengkel oleh seseorang, namun karena orang tersebutlah saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegas.

Dalam buku tersebut juga diceritakan bagaimana anak-anak muda memulai usahanya dan mereka menemui hambatan-hambatan dalam proses pendirian usahanya, namun mereka berhasil mengatasi masalah tersebut. Lewat cerita-cerita yang dipaparkan dalam buku tersebut, saya belajar bahwa inilah proses belajar, ada konflik yang harus dihadapi antar sesama teman, ada masalah manajemen waktu karena mereka masih mahasiswa yang masih harus menyelesaikan kewajiban mereka yang lainnya, dan masih banyak kisah dalam buku tersebut. Hal yang cukup aku senangi dari buku ini adalah bahwa untuk menjadi sukses butuh kerja keras, butuh keberanian untuk mencapai apa yang menjadi tujuan mereka, butuh komitmen yang tinggi supaya mereka dapat terus berjuang dan tidak menyerah, dan kesuksesan bukanlah proses yang dapat dicapai secara instan dan sekejap.

Selagi kita masih muda, mari tentukan tujuan hidupmu, buatlah rencana-rencana untuk menggapainya, milikilah komitmen tinggi untuk mencapainya. Ingatlah jangan pernah takut gagal dalam mencapai tujuanmu. God bless u...

Wednesday, October 14, 2009

Never Give Up

Beberapa hari yang lalu, saya membeli sebuah buku, entah kenapa sisi melankolis tampaknya dominan sekali waktu itu. Buku yang saya beli berjudul "The four fingered pianist" . Berikut adalah gambarnya.


Buku ini menceritakan seorang gadis remaja yang menderita lobster claw syndrome. Nama gadis remaja ini adalah Hee Ah Lee. Ia hanyalah seorang gadis kelahiran tahun 1985 dan hanya memiliki 4 buah jari. Namun dengan 'keterbatasan' yang ia miliki tidak membuatnya menyerah dalam kehidupan ini. Sejak dalam kandungan, dokter telah menduga bahwa Ah Lee akan dilahirkan dalam keadaan cacat. Hal ini disebabkan karena Ibu dari Ah Lee sering mengkonsumsi obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit kepala yang ia alami. Ibu Ah Lee adalah seorang perawat dan tak jarang ia harus tidur larut malam untuk merawat tentara-tentara Korea yang terluka akibat perang. Ayah Ah Lee pun adalah seorang yang mengalami kelemahan tubuh, ayah Ah Lee lumpuh akibat perang dan lebih malangnya lagi adalah ayah Ah Lee meninggal ketika Ah Lee berusia 13 tahun. Saya sedang membayangkan ketika saya ada di posisi Ah Lee, dilahirkan dalam keadaan cacat, ayah meninggal di saat usia 13 tahun, saya tidak tahu apakah saya tergolong orang yang akan cukup kuat untuk menghadapi hal-hal tersebut.
Hal yang membuat saya kagum akan kisah Ah Lee ini adalah seorang yang mengalami kelemahan dalam jari-jarinya, justu ia mampu memainkan piano dengan begitu hebatnya. Hanya dengan keempat jarinya ia memainkan karya-karya terkenal seperti Beethoven dan Mozart. Saya saja yang memiliki jari yang lengkap tidak bisa memainkan karya-karya tersebut. Selain kelainan tubuh yang ia alami, ia juga kesulitan ketika harus belajar khususnya yang menyangkut angka-angka. Bisakah kalian membayangkan, seorang gadis yang hanya memiliki 4 jari, kesulitan untuk mempelajari angka-angka namun akhirnya ia bisa memainkan piano dengan begitu hebatnya dan mengadakan konser bahkan menghasilkan album.
Saya coba melihat diri saya sendiri, ketika Tuhan telah memberikan anugerah tubuh yang sempurna, keluarga yang lengkap, sudahkah saya mensyukuri semua hal tersebut. Ketika masalah datang dalam kehidupan saya, saya cenderung bertanya "Kenapa Tuhan, semua harus terjadi?". Apa yang dialami oleh Ah Lee cukup mengingatkan dan menegur saya, Ah Lee lahir dalam kelemahan tubuhnya, ayahnya meninggal saat usianya 13 tahun, dan mungkin ia menerima ejekan dari teman-temannya, namun satu hal yang pasti Ah Lee tidak menyerah menghadapi semuanya itu. Saya diingatkan juga oleh sebuah kalimat bijak yang berbunyi demikian "Pray for an unfaltering faith that stands strong under life's greatest pressures" (Vernon C Ground) dan "Great faith is often built during great trials.
Kehidupan Ah Lee, kalimat-kalimat bijak tersebut mengingatkan saya untuk tetap kuat dan mensyukuri kehidupan ini. Ketika kita memiliki masalah, baik itu dalam keluarga, pekerjaan, atau dimanapun kita, saya yakin itu adalah proses yang dipakai untuk membentuk pribadi kita ke arah yang lebih baik. Kalimat bijak lain yang saya dapatkan adalah "Believe that all problems are not more than God strength given to us" itu saya dapatkan dari salah satu status ym teman di kantor:)
Hidup tanpa masalah adalah hal yang mustahil, namun bagaimana kita boleh memandang masalah tersebut sebagai sarana untuk merubah pribadi kita ke arah yang lebih baik adalah hal yang penting untuk kita lakukan. So, buat kalian yang 'capek' dengan setiap permasalahan kehidupan kita, pandanglah orang lain yang juga memiliki masalah sedemikian rupa dan mereka berjuang untuk mengatasi masalah mereka, dan mereka berhasil, mengapa kita tidak bisa? So, Never give up friends:)